Kabar dari "Pendidik"
Tampilkan postingan dengan label Pendidik. Tampilkan semua postingan
Blog Bermuatan Media Informasi Bagi Guru Matematika SMA, Siswa dan Umum
Karakter Pendidik Sejati
Sumber Foto: 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhewXUPL-55kz4oEX4sHZ8giC8d2Mcod6wnpp9FGGGwTmJwJUR-uVtDUH7IeOrsrajBjIEU4oxPCrHD_j0aA3K7RR7s-BZz1DwVb8SopepVXDuA1SzEgEDx8Z1UgppuWzYtco-RcIBupy3a/s1600/karakter+tenaga+kependidikan+bersih+terpuji+anies.jpg
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menjadi salah satu posisi dari kabinet Presiden Joko Widodo yang terkena reshuffle. Mulai saat ini, jabatan Mendikbud pun dialihkan pada sosok Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhadjir Effendy. Pasca pengumuman reshuffle kabinet hari ini (Rabu, 27/7/2016), suasana Kantor Kementerian dan Kebudayaan (Kemdikbud), Senayan, Jakarta, tampak seperti biasa. Para pegawai menjalankan tugas harian yang menjadi rutinitas sehari-hari. Namun, beberapa petugas pengamanan ekstra tampak berjaga, khususnya di Gedung A, tempat Anies berkantor. Di depan gedung, tampak mobil berplat RI 27 masih terpakir, siap mengantar Mantan Rektor Universitas Paramadina itu. 

Puluhan wartawan dari berbagai media juga masih menanti Anies Baswedan untuk dimintai keterangan. Anies dikabarkan masih berada di dalam ruangannya, dan direncanakan akan memberi komentar terkait reshuffle kabinet sebelum pergi ke Istana Negara. Pukul 14.00 WIB, Anies juga dijadwalkan berpamitan dengan semua pegawai dan staf di Kemdikbud.

Anies Baswedan Titipkan Program ke Mendikbud Baru

Mantan Mendikbud Anies Baswedan dan Mendikbud Muhadjir Effendy
Sumber Foto:
https: //img.okezone.com/content/2016/07/27/65/1448419/ini-rencana-mendikbud-baru-di-hari-pertama-MfMrbv0Fo1.jpg
Anies Baswedan tampak berlapang dada menerima hasil reshuffle Presiden Joko Widodo. Kini, tugas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) akan dilanjutkan oleh sosok baru, yakni Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhadjir Effendy. Pada penggantinya itu, Anies menitipkan beberapa program pendidikan yang sudah berjalan selama kepemimpinannya di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Dia berharap, program tersebut bisa diteruskan atau ditingkatkan kembali mengingat cukup penting bagi masa depan anak bangsa.

"Pertama soal akses melalui program Indonesia pintar. Juga menyangkut sekolah garis depan dan guru garis depan," ucapnya usai acara perpisahan dengan pegawai Kemdikbud, Rabu (27/7/2016). Anies menyebut, tidak lama lagi pendidikan menengah juga akan diotonomikan ke provinsi. Untuk itu, Mantan Rektor Universitas Paramadina itu berharap Mendikbud baru dapat mengakomodasi dengan baik sehingga dapat membantu peningkatan mutu pendidikan.

"Program budi pekerti yang sudah dijalankan juga harap diteruskan. Apalagi kemarin kami sudah menyiapkan tahun ajaran baru tanpa dengan perpeloncoan, meski masih ada satu atau dua yang ditemukan. Sekarang anak tak takut lagi dan suasana sekolah aman dan nyaman," paparnya. Selain di pendidikan, Anies juga mengungkapkan, ada beberapa agenda penting menyangkut kebudayaan. "World Culture Forum butuh perhatian khusus. Cagar budaya juga masih dibutuhkan pendataan dan penanganan yang baik," tukasnya.

Program yang dilaksanakan Anies Baswedan selama menjabat Mendikbud di Kabinet Kerja Presiden Jokowi

Anies Baswedan
Sumber Foto: 
https://img.okezone.com/content/2016/07/27/65/1448003/reshuffle-kabinet-ini-program-unggulan-anies-baswedan-selama-jadi-mendikbud-yHP1pc6LrG.jpg
Beberapa program yang pernah dikeluarkan Anies Baswedan selama satu tahun sembilan bulan di Kabinet Kerja, sebagai berikut:
UN Bukan Penentu Kelulusan
Sejak 2015, Anies Baswedan mengeluarkan kebijakan bahwa Ujian Nasional (UN) bukan lagi sebagai penentu kelulusan. Sehingga para siswa perlu mengejar nilai standar UN yang ditetapkan tanpa takut tidak akan lulus jika nilai tersebut masih kurang. 
Ujian Nasional Perbaikan
Para siswa yang merasa kurang dengan nilai UN mereka bisa memperbaiki nilai melalui Ujian Nasional Perbaikan. Meski demikian, siswa dengan nilai di bawah rata-rata tidak diwajibkan mengikuti ujian perbaikan. 
Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) 
Pada pelaksanaan UN, bukan hanya siswa yang dinilai saat UN. Sekolah sebagai pelaksana UN juga dinilai. Mereka yang jujur dan jauh dari kecurangan akan mendapatkan reward tersendiri. 
Sekolah Aman 
Maraknya kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah, membuat Kemendikbud membuat program Sekolah Aman. Sekolah-sekolah diwajibkan untuk mencantumkan sejumlah nomor telefon yang bisa digunakan oleh para siswa untuk melakukan pengaduan atas tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah. 
PAUD O Kilometer 
Semasa menjabat sebagai mendikbud, Anies Baswedan selalu menilai, pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah cikal bakal fondasi pendidikan yang baik. Karena pendidikan harus dimulai dari usia dini, maka pendidikan PAUD di lingkungan Kemendikbud pun diubah sebagai percontohan PAUD terbaik yang dikenal dengan PAUD O Km. 
Direktorat Baru 
Kemendikbud membentuk Direktorat baru yaitu Direktorat Keayahbundaan. Tujuan dari Direktorat ini adalah untuk mengubah cara pendekatan orangtua dalam mendidikan anak-anak mereka sesuai dengan karakternya. 
Hari Pertama Sekolah 
Yang terakhir adalah pada program Hari Pertama Sekolah. Pada program ini, Anies menghimbau agar para orangtua mau meluangkan sedikit waktu di hari pertama sekolah untuk mengantarkan anak-anak mereka. Kampanye Hari Pertama Sekolah juga menekankan pentingnya membangun interaksi yang baik antara orangtua dengan guru dan sekolah dalam memantau pendidikan anak-anak.

Sangat sedih rasanya kehilangan sosok Mendikbud seperti Anies Baswedan dikarenakan Beliau adalah wujud karakter yang sangat dekat dihati para guru dan siswa. Catatan penting dari saya bahwa Beliau seorang yang menghargai dan memuliakan profesi pendidik/guru...Subhanallah. Pertimbangan dan keputusan Beliau membawa angin pembaharuan bagi dunia pendidikan sekarang. Tutur bahasanya lugas, santun dalam ucapan, dan tingkah laku yang mencerminkan seorang pendidik sejati. Namun keputusan tetaplah ada di pundak seorang Kepala Negara untuk mengevaluasi setiap anggota kabinetnya. Ada pertemuan ada perpisahan itulah makna kehidupan, saya pemilik Blog Guru GURUMATIK SMA selaku anak bangsa pengemban tugas mengajar dan mendidik siswa di Kabupaten Hulu Sungai Utara mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas sumbangsih pemikiran dan karya Bapak untuk Indonesia tercinta. Teruslah memberikan inspirasi dan semangat pendidikan untuk para pendidik/guru dan siswa dari Sabang sampai Merauke yang lebih baik ke depannya menuju Generasi Emas.

Sumber:
http://news.okezone.com/

Blog Bermuatan Media Informasi Bagi Guru Matematika SMA, Siswa dan Umum
Belajar Matematika
Salah satunya perkembangan yang cukup pesat dalam dunia psikologi pendidikan saat ini adalah berkembangnya konsep metakognisi. Inti dari konsep metakognisi ini adalah menggali pemikiran orang tentang berpikir ”thinking about thingking”. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penguasaan kemampuan metakognitif oleh seseorang ternyata berpengaruh pada kemampuannya akan pemecahan masalah matematika. Sedangkan kemampuan pemecahan masalah matematika adalah kemampuan yang paling diharapkan dikuasai siswa setelah mereka belajar matematika. Menurut sebuah penelitian diperoleh hasil siswa yang menguasai kemampuan metakognitif akan menjadi lebih berkemampuan dalam menghadapi permasalahan. Siswa juga akan memeroleh keuntungan terutama rasa percaya diri dan menjadi lebih independen sebagai pebelajar, bahkan siswa yang berkemampuan rendah akan tetapi aktif belajar dengan proses metakognitif ternyata menjadi lebih mampu memecahkan permasalahan standard dibanding siswa yang sama yang tidak belajar dengan pengajaran metakognitif. Untuk itu guru perlu berusaha melatih siswa agar mempunyai kemampuan metakognitif serta memunculkannya sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika yang merupakan fokus pendidikan matematika di Indonesia.

Pembelajaran Matematika

Tujuan pendidikan matematika dalam kurikulum di Indonesia saat ini sejalan dengan tujuan yang diinginkan oleh NCTM (2000) yaitu, pembelajaran matematika saat ini tidak lagi hanya menekankan pada peningkatan hasil belajar, namun juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan; (1) komunikasi (mathematical communication); (2) penalaran (mathematical reasoning); (3) pemecahan masalah (mathematical problem solving); (4) mengaitkan ide (mathematical connections); (5) representasi (mathematical representation). Hal ini diperkuat dengan Permendiknas nomor 22 tahun 2006 yang mengatakan bahwa pendekatan pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran matematika di Indonesia.

Berkaitan dengan pemecahan masalah, para ahli pendidikan masa lalu berpendapat bahwa pemecahan masalah merupakan objek tak langsung dalam belajar matematika sebagaimana yang dikemukakan oleh Gagne (Bell, 1978: 108);
…these objects of mathematics learning are those direct and indirect things which we want students to learn in mathematics. The direct objects of mathematics learning are facts, skills, concepts, and principles; some of the many indirect objects are transfer of learning, inquiry ability, problem solving ability, self-discipline, and appreciation for structure of mathematics.
Dari pendapat Gagne ini dipandang bahwa pemecahan masalah dalam matematika akan tumbuh dengan sendirinya jika siswa belajar matematika dengan baik di kelas. Tetapi sekarang pandangan itu berubah, pemecahan masalah tidak lagi menunggu untuk tumbuh dengan sendirinya, akan tetapi guru menjadikan pemecahan masalah sebagai objek langsung yang harus dipelajari siswa. Sehingga pendidikan matematika sekarang mengharapkan guru mengajarkan pemecahan masalah agar siswa memiliki kemampuan untuk menghadapi tugas – tugas yang bersifat pemecahan masalah.

Kemampuan Metakognitif

Pemberian masalah terutama selama proses pembelajaran berlangsung, berarti memberikan kesempatan pada siswa untuk membangun konsep matematika dan mengembangkan keterampilan matematikanya. Tetapi agar dapat menyelesaikan suatu masalah setidaknya ada lima aspek kemampuan yang harus dikuasai siswa yaitu: kemampuan tentang konsep matematika, kemampuan dalam menguasai keterampilan algoritma matematika, kemampuan proses bermatematika, kemampuan untuk bersikap positif terhadap matematika dan kemampuan metakognitif.
Berdasarkan beberapa hasil penelitian dan pengamatan terhadap pembelajaran matematika yang ada di Indonesia selama ini, tiga kemampuan di atas yang pertama telah dilaksanakan guru di kelas, aspek bersikap positifpun mulai ditumbuhkan dalam diri siswa. Hanya aspek kemampuan metakognisi sebagai syarat penguasaan pemecahan masalah yang belum banyak disentuh oleh para guru. 

Sumber : http://www.membumikanpendidikan.com/2014/11/konsep-metakognitif-siswa-dalam.html
 
Blog Bermuatan Media Informasi Bagi Guru Matematika SMA, Siswa dan Umum

BAGAIMANA MENGAJAR ANAK CERDAS ISTIMEWA ?

Dalam kegiatan mengajar, keberadaan siswa cerdas istimewa sering terabaikan. Hal ini disebabkan ketidakpahaman guru maupun sekolah dalam mengidentifikasi, memahami dan mengetahui berbagai hal tentang keberadaan siswa cerdas istimewa. 

Ilustrasi Anak Cerdas Istimewa

CERDAS ISTIMEWA?

Menurut Renzuli, anak cerdas istimewa adalah anak yang memiliki tiga komponen diatas rata-rata teman sebaya, yaitu Intellegence Quotient lebih dan sama dengan 130, Task Comitment dan Creativity Quotient diatas rata - rata (3). Dengan alat ukur ini maka siswa berhak mendapatkan pelayanan pendidikan khusus yang bersifat individual untuk lebih memaksimalkan kemampuan mereka. Masalahnya muncul karena masih banyak guru yang belum mengenal karakteristik anak cerdas istimewa dan bentuk pelayanan yang tepat untuk memaksimalkan potensi terpendam mereka. (amanat Undang-undang No.2 Th 1989 tentang Sisdiknas pasal 24 ayat 6 dan Undang-undang Sisdiknas No.20 Th 2003 pasal 5 ayat 4).

Guru dapat melakukan pengamatan dini dengan memperhatikan beberapa karakteristik seperti diatas. Beberapa karakteristik lainnya diantaranya adalah seperti yang diungkap Prof. Dr. S.C. Utami Munandar yaitu mudah menangkap pelajaran, ingatan baik, perbendaharaan kata luas, penalaran tajam (berpikir logis-kritis, memahami hubungan sebab-akibat), daya konsentrasi baik (perhatian tak mudah teralihkan), menguasai banyak bahan tentang macam-macam topik, senang dan sering membaca, ungkapan diri lancar dan jelas, pengamat yang cermat. Namun selain karakteristik positif diatas, anak cerdas istimewa juga memiliki karakter negatif diantaranya tidak sabaran, tidak suka campur tangan orang lain, tidak suka hal yang rutin, sensitif dan menyukai berpikir kompleks.

BAGAIMANA MEMPERLAKUKAN MEREKA?

Karena mendapatkan pelayanan khusus merupakan hak mereka, maka semua sekolah wajib melakukan perbaikan dan pembenahan dalam menangani anak cerdas istimewa. Memang ada beberapa sekolah yang melaksanakan program akselerasi sebagai salah satu bentuk layanan pendidikan bagi anak cerdas istimewa, namun keberadaan mereka yang mungkin ada di setiap populasi (hasil penelitian menyebutkan 2 - 5 % dari jumlah populasi potensial cerdas istimewa) masih belum dapat merasakan pelayanan yang tepat, maka semua sekolah wajib memberikan layanan kepada mereka dengan maksimal.

Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan pendampingan pendidikan kepada anak cerdas istimewa diantaranya adalah :
  • Pertama, kurikulum yang dipakai adalah kurikulum nasional dan lokal yang telah dimodifikasi dengan memasukan unsur pengayaan, pendalaman dan pemilihan materi essensi sehingga kurikulum dapat bersifat fleksibel dan mampu merangsang daya kreatif siswa. Kurikulum ini disebut dengan kurikulum berdiferensiasi. Guru dituntut untuk dapat melakukan rekayasan kurikulum secara cerdas sehingga memungkinkan guru dan siswa melakukan improvisasi dalam kegiatan belajar.
  • Kedua, metode pembelajaran. Karena karakteristik anak cerdas istimewa salah satunya adalah cepat bosan dan senang melakukan proyek sendiri, maka guru dituntut untuk kreatif dan cepat tanggap terhadap tingkat kebutuhan siswa. Siswa cerdas istimewa cenderung mudah bosan dengan materi yang bersifat hapalan dan banyak menulis. Memberikan tugas atau proyek dengan skala besar dan membutuhkan perhatian yang ekstra dan menantang sangat digemari mereka. Misalnya menugaskan siswa untuk mempersiapkan materi tertentu untuk kemudian mereka presentasikan di depan teman-temannya.
  • Ketiga, evaluasi. Evaluasi siswa cerdas istimewa harus dibedakan dengan siswa lainnya. Untuk mereka guru tidak bisa hanya menggunakan satu jenis tes seperti "pen and paper test". Guru bisa menguji mereka dari kemampuan presentasi, cerita, pentas drama, proyek, lisan, quiz atau membaca buku dengan bobot nilai diperlakukan dengan ulangan harian. Untuk memberi score pun lebih baik tidak terpaku pada angka 100, namun guru dapat memberikan nilai 120 atau 130 apabiila siswa mampu memberi jawaban lebih dari yang diharapkan. Hal ini akan meningkatkan motivasi mereka untuk meraih nilai optimal.

PENUTUP

Akhirnya, bagaimanapun sekolah dan guru harus mampu memberikan layanan pada siswa cerdas istimewa karena itu adalah hak bagi mereka. Juga keberadaan mereka yang selama ini termarginalkan dapat lebih eksis dan mampu menjadikan diri mereka sebagai asset bangsa di masa depan.
Pelayanan kepada siswa cerdas istimewa ini pun sejalan dengan program pendidikan inklusi yang memberikan perlakukan sama kepada semua siswa dengan berbagai ciri dan karakter yang berbeda di semua sekolah.

Penulis  : Imam Wibawa Mukti,S.Pd
Sumber : http://artikel.us/